Labels

Jumat, 15 Juni 2012

Imbuhan


Imbuhan atau afiksasi adalah bentuk atau morfem terikat secara morfologis, yang terdiri atas awalan (prefix), sisipan( infiks),akhiran (sufiks), dan gabungan dari dua imbuhan (konfiks).
Bentuk morfem terikat yang diletakkan pada kata, baik pada kata dasar maupun pada kata jadian (kata turunan) adalah sebagai berikut.

1. Kata dasar + imbuhan  = kata brimbuhan = kata jadian
2. Kata jadian + imbuhan = kata jadian  = kata bentukan

A.Fungsi imbuhan
Imbuhan(afiksasi) penting sekali fungsinya di dalam bahasa Indonesia, karena suatu kata mendapat imbuhan yang berbeda akan berbeda artinya. Suatu kata dasar yang mendapat imbuhan yang berbeda maka berbeda pula arti kata jadinya. Oleh karena itu, fungsi imbuhan adalah sebagai pembeda arti atau jenis dari kata tersebut setelah berimbuhan.
Imbuhan mempunyai potensi yang sangat besar dalam bahasa Indonesia, karena merupakan salah satu cara memperkaya bahasa Indonesia.
Perbendaharaan kata bertambah dengan ditimbulkannya bentukan-bentukan baru dengan cara menggunakan imbuhan. Ditinjau dari perkembangannya, imbuhan dapat dibagi menjadi:
-imbuhan asli
-imbuhan serapan
1. imbuhan asli
Imbuhan asli adalah imbuhan yang berasal dari bahasa melayu.
a.    Awalan, misalnya : ber-,di-,ke-,me-,per-,se-,ter-.
b.    Sisipan, misalnya : -em,-el,-er-.
c.    Akhiran, misalnya : -I,-an,-kan.
d.    Awalan / awalan, misalnya : memper-, seper-, seke-, diper-.
e.    Awalan / sisipan, misalnya : meng-el, ber-em.
f.    Awalan / akhiran, misalnya : me-I, ke-an, ter-kan, per-I, ber-an, dan sebagainya.
g.    Awalan / awalan / akhiran, misalnya :memper-I, keter-an, diper-kan, berke-a, dan sebagainya.
2.imbuhan serapan
Dalam pembentukan kata bahasa Indonesia, banyak imbuhan yang telah memperkaya khazanah bahasa, baik dari bahasa daerah, maupun dari bahasa asing.
a.    Imbuhan dari bahasa daerah
Jenis imbuhan yang berasal dari bahasa daerah : serba-, tak-, tata-a, baku-, dan sebagainya.
b.    Imbuhan dari bahasa asing.
Jenis imbuhan yang berasal dari bahasa asing:
-      Awalan, misalnya : a-, ina-, ir-, non-, pra-, swa-, dan sebagainya.
-      Akhiran, misalnya, -wan, -man, -wati, -in,-at,-al,-wi,-ik, dan sebagainya.

B. Arti imbuhan

Yang dimaksud dengan arti imbuhan, bukanlah sinonim atau padan kata, seperti terdapat dalam kosa kata, melainkan kata yang mendapat imbuhan itu dicari sinonimnya dengan menggunakan kata dasar yang sama.
Arti yang timbul dari perubahan bentuk kata akibat peristiwa tata bahasa disebut makna gramatikal, sedangkan yang dikandung dalam imbuhan disebut nosi.
Berikut ini fungsi dan arti imbuhan unsur pembentuk kata jadian disajikan bersama, walaupun bukan dalam hubungan kalimat, namun dapat dijadikan pegangan dasar, karena sebagian besar pengertian umum tetap.
1.    Awalan me-
Awalan me- mengalami perubahan bentuk menjadi men-, mem-, meny-, meng-, bergantung kepada bunyi awalan kata dasarnya. Perubahan itu di sebut alternasi atau asimilasi.fungsi awalan me- adalah sebagai pembentuk kata kerja tak transitif ataupun kata kerja transitif. Awalan me- dengan gabungannya, seperti : me-kan, memper-, memper-kan, memper-I, bentuknya tidak terbatas pada kata dasar, tetapi juga pada kata dasar, tetapi juga frase, kata majemuk, dan sebagainya. Artinya menyatakan: membuat jadi lebih, memeperlukan, mempertegas tindakan.
2.    Awalan ber-
Awalan ber- mengalami perubahan bentuk menjadi : be- dan bel-.
Awalan be-, misalnya: bekerja,berdoa, berambut, berternak dan sebagainya.
Awalan bel, misalnya : belajar
Funsi awalan ber- adalah pembentukan kata kerja intransitive, lebih banyak menunjukkan keadaan subjek (s)
3.    Awalan ter-
Awalan ter- dapat mengalami perubahan bentuk menjadi te- dan tel-
Awalan te- misalnya : teperdaya, tepekur
Awalan tel misalnya : telanjur, telantar
4.   Awalan di-
Fungsi awalan di-  adalah membentuk kata kerja pasif, bila objek pelaku, orang ke-3 tunggal,jamak atau umum.
5.    Awalan se-
Fungsi dan arti awalan se- :
a.    Menyatakan bilangan satu
b.    Sebagai kata ganti bilangan
c.    Segenap, sama-sama
d.    Seluruh
e.    Satu waktu
f.    Sama dengan atau menyerupai
g.    Sebanyak atau beberapa
h.    Paling

6.   Awalan pe-
Awalan pe- dapat mengalami perubahan bentuk menjadi : pen-, pem-, peng-, peny-.
Fungsi awalan pe- adalah pembentuk kata benda.
Arti awalan pe-:
a.    Orang yang mengerjakan sesuatu
b.    Menyatakan alat
c.    Menyatakan sesuatu yang di-
d.    Orang yang biasa bekerja di suatu tempat
e.    Orang yang gemar melakukan sesuatu
f.    Seseorang atau sesuatu yang mempunyai sifat
7.   Awalan per-
Awalan per- mempunyai bentuk yang sama dengan awalan ber-, terdapat variasi bentuk menjadi : pe- dan pel-. Awalan per- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja dari kata-kata sifat atau kata-kata bilangan,
Arti awalan per-:
a.    Membuat sesuatu jadi (menjadikan)
b.    Membagi / membuat menjadi
c.    Menganggap sebagai / memanggil

8.    Sisipan  –er, -el-,-em-.
Penyisipan tidak selalu menghasilkan bentuk yang tetap. Fungsi sisipan adalah membentuk kata baruyang artinya tidak beda dengan kata dasarnya.
Arti sisipan –er-,-el-,-em-:
a.    Sisipan –er- menunjukkan banyak
b.    Sisipan –el- menyatakan intensitas, frekuensi
c.    Sisipan –el- menyatakan mempunyai sifat atau yang menyerupai
d.    Sisipan –em- menyatakan:
- banyak dan bermacam-macam
- melakukan atau mempunyai / memiliki sifat
- intensitas / frekuensi

9.    Akhiran –an
Akhiran –an berfungsi membentuk kata benda, baik konkrit, maupun abstrak. Arti akhiran –an:
a.    Menyatakan tempat
b.    Menyatakan alat / perkakas
c.    Menyatakan cara atau hal
d.    Menyatakan himpunan atau seluruh
e.    Menyatakan tiruan atau menyerupai
f.    Menyatakan tiap-tiap
g.    Agak / mempunyai sifat
h.    Yang di kenai pekerjaan / dapat di-

10.  Akhiran –kan
Akhiran –kan berfungsi membentuk kata kerja aktif transitif. Arti akhiran –kan:
a.    Membuat sesuatu, menyebabkan / menjadikan
b.    Melakukan sesuatu untuk orang lain
c.    Member
d.    Membawa

11.  Akhiran –i
Akhiran –I berfungsi dalam pembentukan kata kerja aktif transitif. Arti akhiran –i:
a.    Mengeluarkan / membuang
b.    Menyatakan tempat
c.    Member kepada atau menyebabkan
d.    Dilakukan berulang-ulang

12. Akhiran : -lah,-kah,-pun
a.    Arti akhiran –lah : mengeraskan keterangan, menegaskan kalimat perintah, maupun permintaan atau harapan.
b.    Arti akhiran – kah : member tekanan dalam mempertanyakan hal yang tak tentu.
c.    Arti akhiran –pun : mengeraskan atau memberikan tekanan pada kata yang bersangkutan





0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news